Archives

gravatar

sedikit pengetahuan tentang sunanul huda

Salah satu lembaga pendidikan Islam didaerah Jawa Barat,tepatnya di wilayah Sukabumi cibolang kaler Cikaroya ...
Pada awal berdirinya di tahun 1935 sampai saat sekarang ini, PonPes Sunanulhuda atau yang lebih akrab disebut Soe Hoe, telah banyak mencetak kader-kader bangsa yang berpengetahuan luas khususnya dalam bidang Agama Islam, terlebih mereka dididik dan dibimbing oleh para Kiai, Asatidz Wal Asatidzah untuk menjadi seorang Muballigh dan Muballighah.
Mayoritas alumni dari Pondok Pesantren Sunanulhuda, banyak dari mereka menjadi seorang Alim Ulama, Pendiri Pondok Pesantren, Ustazd dan Ustadzah serta masih banyak lagi yang lainnya.
Pondok Pesantren Sunanulhuda didirikan oleh salah seorang Ulama besar di Sukabumi, dikenal dengan Ketawadhuannya, keilmuannya serta keberkahannya yakni Syaikhi Wa Syaikhuna Al Mukarrom Mama KH.Uci Sanusi, setelah beliau wafat tepatnya pada tahun 1965, Pimpinan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Sunanulhuda dilanjutkan oleh Putranya yang bernama Buya KH.Dadun Sanusi, beliau adalah salah seorang Ulama besar yang dikenal akan keilmuannya, ketawadhuan, keberkahan dan terutama ke Istiqomahannya sebagai seorang 'Ulamaul 'Amiliin...
Pondok Pesantren Sunanulhuda selama kepemimpinan beliau mengalami kemajuan yang sangat pesat, karena pada masa ini, pondok Pesantren Sunanulhuda telah menjadi sebuah Lembaga / Yayasan Pendidikan Islam.
Tepatnya pada tahun 1997 Yayasan Pondok Pesantren Sunanulhuda telah membuka pendaftaran pendidikan formal, yaitu : Madrasah Tsanawiyah yang setingkat dengan SMP dan juga Madarasah Aliyah yang setingkat dengan SMA.
Tahun demi tahun Yayasan Pondok Pesantren Sunanulhuda mengalami kemajuan yang amat sangat pesat, baik dari segi Pendidikan Formal ataupun Non Formal. PonPes Sunanulhuda juga dikenal dengan keahlian yang dimiliki oleh anak didiknya / Santriawan dan Santriawati yang ahli dalam berbagai bidang, Khususnya Tafsir dan Da'wah.
Tepat pada hari Jum'at tanggal 13 Februari 2004 pukul : 11.00, terlihat langit mendung, angin bertiup kencang pada siang hari ,yang menandakan duka yang mendalam, kesedihan karena ditinggalkan oleh seseorang yang dicintai dan dikagumi, telah meninggalkan kita semua berpulang ke Rahmatullah seorang Ulama Besar, Ahli Tafsir dan Guru kita semua Al-Magfurullah Syaikhi Wa Syaikhuna Al-Mukarrom Buya KH.Dadun Sanusi.
Beliau wafat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta.
Semoga Beliau diterima Amal dan Ibadahnya di sisi Allah yang Maha Rahman dan Rahim.
Selanjutnya kepemimpinan di pegang oleh Putranya yang bernama KH.E.Sholahuddin Al-Ayyubi.

Misi:

untuk menuju tercapainya cita-cita dalam rumusan visi tersebut, Pondok Pesantren sunanulhuda bekerja mendidik santri supaya berakhlaqul karimah, menjunjung tinggi pendidikan, berkepribadian mulia dalam menyampaikan ajaran yang benar (Diinul Islam), demi mempersiapkan generasi pewaris para nabi, penegak panji-panji tauhid, pembangun moral manusia, ikhlas berkorban untuk Diinul Islam, mencetak kader yang menyampaikan kebenaran dengan prinsip

gravatar

Dubes Jepang: Pesantren Bagian Penting Hubungan Jepang-Indonesia


DEPAG.GO.ID Dubes Jepang Mr. Kojiro Shiojiri didampingi Menag Dr.H. Maftuh Basyuni memperoleh penjelasan tentang maket gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Syarif Hidatullah.



Dubes Jepang: Pesantren Bagian Penting Hubungan Jepang-Indonesia


CISAAT, SUKABUMI -- Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri mengemukakan bahwa pondok pesantren (Ponpes), yang merupakan lembaga pendidikan untuk menggembleng generasi muda menjadi bagian penting hubungan kedua negara. 


"Mengapa saya datang ke pesantren, karena bagi kami, sumberdaya manusia (SDM) bangsa Indonesia juga dilahirkan dari lembaga pesantren ini, dan ke depan tentunya amat penting bagi terjalinnya hubungan baik Jepang dan Indonesia," katanya di Ponpes Sunanul Huda, Kampung Cikaroya, Desa Cibolang Kaler RT52/RW11, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat sore. 


Usai memberikan kuliah umum dengan tema hubungan Indonesia-Jepang di Ponpes yang memiliki 1.200-an santri mulai TK, SD, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah dan pesantren "salafy" -- kegiatan belajar ilmu-ilmu keagamaan dengan mempelajari bahasa Arab dan kitab-kitab kuning--Dubes Kojiro Shiojiri memberikan waktu kepada pers untuk wawancara. 


Jepang secara tradisionil menjadikan pos Dubesnya antara lain di Washington, London dan Jakarta serta Seoul sebagai tempat penugasan yang dinilai penting bagi kepentingan negeri tersebut. 


Berkaitan dengan kunjungannya ke Ponpes, ia lebih lanjut mengatakan bahwa sejak diberi amanah menjadi Dubes di Indonesia, dirinya mengaku berkeinginan untuk sepekan sekali bisa bertemu berbagai kelompok masyarakat di Indonesia, termasuk komunitas Ponpes. 


"Kalau memungkinkan, saya ingin sekali sepekan sekali bisa bertemu dengan berbagai kelompok masyarakat di Indonesia," katanya didampingi Sekretaris III bidang politik Kedubes Jepang di Jakarta Akira Saito dan peneliti sekaligus penasehat Atsushi Sano. 


Menurut dia, sebagai bagian dari lembaga pendidikan yang khas Indonesia, pesantren dilihatnya telah menjadi bagian penting dan tak terpisahkan munculnya SDM berkualitas. 


"Pertanyaan pelajar dan santri di Ponpes Sunanul Huda saat dialog menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di lembaga semacam ini terlihat jelas. Saya kagum dengan pertanyaan kritis yang muncul," katanya mengapresiasi sesi dialog dengan pelajar dan santri usai dirinya memberikan kuliah umum mengenai perkenalan pada budaya Jepang. 


Dikemukakan pula bahwa kedatangannya ke pesantren, tidak lain tujuan utama yang hendak dicapai adalah kian bertambahnya pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai Jepang, dan juga sebaliknya bahwa ia ingin memperkenalkan budaya Indonesia yang majemuk kepada bangsa dan rakyat Jepang. 


"Terus meluasnya jalinan kerjasama di berbagai tingkatan kedua negara, itulah hal esensial yang ingin kami tuju melalui serangkaian pertemuan dengan berbagai kelompok masyarakat di Indonesia," katanya. 


Dubes Jepang untuk Indonesia sejak April 2008 menggantikan Shin Ebihara, sebelum berkunjung ke Sunanul Huda di Kabupaten Sukabumi ini sebelumnya juga mengunjungi beberapa Ponpes lainnya. 


Ia menyebut diantaranya Ponpes Darunnajah di Jakarta, dan juga telah berkunjung ke lembaga pendidikan Islam modern yakni perguruan Al-Azhar yang juga berada di Jakarta. "Kalau ada Ponpes lain di Indonesia ingin berkomunikasi dengan kami, silakan untuk menjadwalkan waktunya dengan staf-staf kami, karena saya memang ingin membuka jalinan komunikasi lebih luas," katanya. 


Sehubungan dengan keinginannya menjalin komunikasi dengan komunitas Ponpes, ia juga mengatakan bahwa ke depan akan mengupayakan ditambahnya beasiswa dari Jepang kepada pelajar dan mahasiswa di Indonesia untuk belajar di negeri "Matahari Terbit" itu. 


Menurut dia, sejauh data yang diketahuinya hingga tahun 2008 dari 1.500-an warga Indonesia yang belajar di Jepang, jumlah yang mendapatkan beasiswa sebanyak 150-an orang. Jumlah itu dinilainya belum proporsional dengan besarya penduduk Indonesia sehingga dirinya berkomitmen untuk bisa menambah porsi beasiswa dimaksud. "Untuk tahun 2009 kita akan usahakan ada penambahan bagi kesempatan beasiswa generasi muda Indonesia untuk belajar di Jepang," katanya.


Masih komitmen


Sementara itu, pimpinan Yayasan Sunanul Huda --yang mengelola semua lembaga pendidikan di Ponpes itu--KH E Solahudin Al-Ayyubi menjawab pertanyaan wartawan seberapa besar bantuan Jepang kepada Ponpes itu, ia menjelaskan bahwa karena kedatangan Dubes Jepang untuk Indonesia baru pertama kali, yang intinya adalah perkenalan, maka rencana bantuan masih sebatas komitmen.


"Komitmen yang kejelasannya sudah ada adalah kemungkinan mendapat beasiswa bagi pelajar dan santri di sini, sedangkan bantuan lain semisal dana 'block grant', mungkin bisa dibahas pada pertemuan dengan staf Kedubes lainnya," katanya. 


Ia mengaku bahwa kedatangan Dubes Jepang ke Ponpes Sunanul Huda, salah satunya karena mendengar informasi bahwa selama ini, Australia telah memberikan bantuan dalam bentuk dana "block grant". "Sehingga pihak Jepang kemudian setelah tahu mengenai hal itu menyatakan, mengapa kami (Jepang) yang punya hubungan kesejarahan dengan Indonesia tidak membantu juga," katanya. 


Pihaknya berharap setelah kunjungan perdana itu, ke depan akan ada komitmen yang lebih kongkrit mengenai bantuan dimaksud, yang tujuannya adalah untuk semakin meningkatkan kualitas SDM di lingkungan Ponpes, agar bisa menyelaraskan dengan kemajuan global sehingga komunitas pesantren bisa mengikutinya. Dalam kunjungan ke Ponpes itu, Dubes Kojiro Shiojiri dan rombongan disambut Bupati Sukabumi H Sukmawijaya dan pimpinan Ponpes Sunanul Huda.ant/taq


By Republika Newsroom

gravatar

Duta Besar Shiojiri Berikan Ceramah di Pesantren Sunanul Huda Sukabumi

Duta Besar Shiojiri Berikan Ceramah di Pesantren Sunanul Huda Sukabumi

April 20, 2009 6:24 PM { kategori: }
Duta Besar Jepang untuk Indonesia Shiojiri Kojiro Jumat (17/4) mengunjungi Pondok Pesantren Sunanul Huda Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.
Sewaktu berbicara dengan para murid pesantren yang berjumlah 800 orang, Duta Besar Shiojiri menyampaikan  topik tentang pendidikan dan hubungan Jepang-Indonesia.
Duta Besar Shiojiri menyatakan saat ini setiap tahunnya sekitar 400 Mahasiswa Indonesia yang mendapat beasiswa dari Pemerintah Jepang untuk belajar di Jepang.
Selain itu, Duta Besar yang dalam kesempatan kunjungan itu mengenakan baju batik warna coklat, menyatakan pendidikan bukanlah obat yang cepat.

Namun Duta Besar menyatakan untuk meningkatkan sumber daya manusia perlu ditekankan pentingnya membaca, menerima opini yang disampaikan oleh siswa lain dan terus menerus melakukan upaya kecil setiap hari.
Saat Duta Besar menyampaikan ceramahnya, para siswa terlihat serius memperhatikan.
Sementara tentang pengajaran, Duta Besar Shiojiri menyatakan daripada menitikberatkan pada upaya untuk menutupi kelemahan lebih baik memfokuskan pada upaya mencari bakat yang dimiliki siswa.
Setelah selesai ceramah, Duta Besar Shiojiri selanjutnya menjelaskan dirinya ingin sekali mengadakan kunjungan sekali seminggu ke lembaga pendidikan dan berdialog dengan para siswa supaya dapat memahami pemikiran generasi penerus yang akan melanjutkan hubungan Jepang-Indonesia.
Sunanul Huda.jpg
Duta Besar Shiojiri Kojiro (baju batik warna coklat) dalam acara kunjungan ke Pesantren Sunanul Huda Sukabumi Jawa Barat Jumat (17/4)

gravatar

Sejarah Waria Dan Homo


Anda mungkin sudah sering sekali mendengar kata Waria/ banci, tetapi sudahkah anda tahu arti dari kata tersebut dan dari manakah waria / banci berasal?, dan pernahkah hal tersebut terlintas dipikiran anda?. Coba anda simak artikel saya di bawah ini.

Sejarah 

Sebenarnya kita tidak tahu sejak kapan tepatnya penyimpangan gender terjadi, akan tetapi sejak dahulu manusia memang sudah melakukan penyimpangan atau penyeberangan gender serta manjalin hubungan antara sesama jenis. Penyimpangan gender dan hubungan sesama jenis sudah sering dibahas di dalam kitab suci, dan cerita sejarah.

Pada tahun 1869, dokter Dr K.M. Kertbeny yang berkebangsaan Jerman-Hongaria menciptakan isitlah homoseks atau homoseksualitas. Homo sendiri berasal dari kata Yunani yang berarti sama, dan seks yang berarti jenis kelamin. Istilah ini menunjukkan penyimpangan kebiasaan seksual seseorang yang menyukai jenisnya sendiri , misalnya pria menyukai pria atau wanita menyukai wanita.

Pada abad ke 20 semakin banyak homo atau bahasa gaulnya Maho-maho bermunculan, sehingga munculnya komunitas homoseksual di kota-kota besar di Hinda-Belanda sekitar pada tahun 1920an. 

1968
Sekitar pada tahun 1968 mulai dikenal isitilah wadam yang diambil dari kata hawa dan adam. Kata wadam menunjukkan seseorang pria yang mempunyai prilaku menyimpang yang bersikap seperti perempuan.

1969
Pada tahun 1969 di New York, Amerika berlangsung Huru-hara Stonewall ketika kaum waria dan gay melawan represi polisi yang khususnya terjadi pada sebuah bar bernama Stonewall Inn. Perlawanan ini merupakan langkah awal dari Waria dan Gay, dalam mempublikasikan keberadaan mereka.

Pada tahun yang sama mulai muncul organisasi Wadam yang bernama Himpunan Wadam Djakarta (HIWAD). Organisasi tersebut merupakan organisasi Waria pertama di Indonesia yang terletak di Jakarta. Organisai tersebut berdiri dan difasilitasi oleh Gubernur DKI Jakarta Raya, Ali Sadikin.
1978
International Lesbian and Gay Association OLGA) berdiri di Dublin, Irlandia

±1980:

Istilah wadam diganti menjadi waria karena keberatan sebagian pemimpin Islam, karena mengandung nama seorang nabi, yakni Adam a.s.
1981:
Munculnya gejala penyakit baru yang kemudian dinamakan AIDS. Penyakit ini pertama kali  ditemukan di kalangan gay di kota kota besar Amerika Serikat, Kemudian ternyata diketahui bahwa HIV adalah virus penyebab AIDS. Penularan HIV / AIDS pertama kali ditularkan melalui hubungan seks anal antara laki laki.

1982 - sekarang

Pada tahun 1982 muncullah Organisasi gay terbuka, yang merupakan organisasi Gay terbuka yang pertama di Indonesia, setelah itu diikuti dengan organisasi lainnya seperti : Persaudaraan Gay Yogyakarta (PGY) (Indonesian Gay Society (IGS)), dan GAYa NUSANTARA (GN) (Surabaya). Setelah banyaknya kemunculan-kemunculan tersebut, organisasi Gay mulai menjamur diberbagai kota besar seperti di Jakarta, Pekanbaru, Bandung dan Denpasar, Malang dan Ujungpadang. Tentunya hal ini cukup meresahkan dan mengkhawatirkan masyarakat terutama organisasi-organisasi Islam di Indonesia.

Masalah HAM


Setelah banyaknya kemunculan Organisasi Gay diberbagai belahan dunia, maka mulailah diperdebatkan masalah HAM tentang banci, dan Gay. Pada tahun 1993 : Isyu orientasi seksual masuk dalam agenda Konferensi PBB tentang Hak Asasi Manusia di Wina, Austria, tetapi ditentang oleh negara negara konservatif, termasuk Singapura. Walaupun begitu, pada tahun 1990 di Amerika, San Fransisco mulai berdiri organisasi Internasional Gay and Lesbian Human Rights Commission (IGLHRC).

Pada tahun 1994 Isyu orientasi seksual kembali mewarnai perdebatan pada Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan (ICPD, Kairo, Mesir), dan ditentang pihak pihak konservatif. Indonesia secara eksplisit menolak. Di tahun yang sama pula Afrika Selatan menjadi negara pertama dengan jaminan non-diskriminasi berdasarkan orientasi seksual dalam UUD-nya.

Akibat dari diskriminasi terhadap kaum Homo/ Waria/ Lesbian pada tahun 1995 Isyu orientasi seksual, diperjuangkan oleh aktivis-aktivis lesbian/ Homo/ Waria, mencuat pada Konferensi Dunia tentang Perempuan ke-2 di Beijing, Tiongkok. Kembali pihak-pihak konservatif, termasuk Vatikan dan Iran, menentangnya. Indonesia juga termasuk yang menentang.

Pada Apr 2001 Negeri Belanda menjadi negeri pertama yang mengesahkan perkawinan untuk semua orang (termasuk gay dan lesbian). Salah seorang dari pasangan yang kawin harus warga atau penduduk tetap Belanda.

Dari tahun 2001 sampai 2003 masalah HAM terhadap kaum maksiat ini semakin diperdebatkan akibat dari rasisme, dan diskriminasi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang menentang. Hal ini semakin jelas, pada saat Brasil mengusulkan kepada Komisi Tinggi PBB untuk HAM agar orientasi seksual dimasukkan sebagai salah satu aspek HAM. Pengambilan keputusan ditunda. Dalam prosesnya, Vatikan mendesak pemerintah-pemerintah Amerika Latin lainnya untuk menentang usulan ini.

Komentar penulis (Kenny G)

Dalam artikel yang saya buat kali ini memang lebih cendrung terhadap penyimpangan yang dilakukan oleh laki-laki dari pada perempuan. Hal tersebut dikarenakan lebih banyak penyimpangan gender yang dilakukan lelaki dari pada perempuan.

Pendapat Pribadi
Sekarang anda sudah tahukah bukan kalau Kegiatan Homoseksual tersebut merupakan salah satu faktor awal yang memicu penyakit HIV/ AIDS. Penyakit ini bertanggung jawab atas hilangnya jutaan nyawa manusia, dan jutaan masa depan manusia di dunia ini. Oleh karena itu saya sendiri tidak melegalkan/mengakui kegiatan homo. Mengapa?, karena hal tersebut bisa mempengaruhi kaum-kaum muda untuk ikut terjerumus dalam hal tersebut. Dalam beberapa kasus penyimpangan gender sering kali terjadi akibat lingkungan yang mendukung, contohnya seperti : lingkungan yang dikelilingi waria/ homo, lingkungan tersebut dapat merubah orang normal menjadi Waria / Homo. 

Yah terlepas dari hal tersebut, faktor penentu selalu dari dalam diri manusia itu sendiri, barang siapa yang kuat Imannya kepada Tuhan maka ia tidak akan terjerumus dalam hal bodoh seperti itu. Mana ada Agama yang baik yang memperbolehkan seseorang untuk menjadi Homo atau Waria?

gravatar

10 Bencana Alam Dengan Korban Terbanyak di dunia

Sebuah bencana alam merupakan konsekuensi dari bahaya alam (misalnya letusan gunung berapi, gempa bumi, tanah longsor) yang bergerak dari potensi ke tahap yang aktif, dan sebagai hasilnya akan mempengaruhi kegiatan manusia. Dalam beberapa kasus bencana tersebut telah mengakibatkan hilangnya jutaan jiwa. Ini adalah daftar 10 besar bencana alam (peringkat dengan jumlah korban jiwa). Dari fewest dengan jumlah korban meninggal terbanyak:

1. Banjir Sungai Kuning - 1931, Cina [meninggal: 1000000 - 4000000].
The 1931 banjir Sungai Kuning (huang he flood)merupakan bencana alam terbesar yang pernah tercatat dengan paling banyak memakan korban meninggal dunia dari abad kedua puluh . Perkiraan jumlah orang tewas dalam banjir 1931 berkisar dari 1 sampai 4 juta orang. Kematian yang disebabkan oleh banjir yang dimaksud termasuk didalamnya korban karena tenggelam, penyakit,kelaparan, dan kekeringan.
Sungai tersebut sering disebut "China's sorrow" karena jutaan orang telah dibunuh oleh banjir.
gambar dibawah adalah pengungsi akibat banjir sungai kuning


2. Banjir Sungai Kuning - 1887, Cina [meninggal: 900000 - 2000000]
Sungai Kuning (Huang he) di China banyak wilayah yang rawan banjir, karena luas bentangan tanah datar yang sebagian besar di sekelilingnya. Sungai Kuning 1887 banjir dan menghancurkan daerah ini, antara 900.000-2.000.000 orang meninggal dunia. Ini merupakan salah satu bencana alam yang paling banyak memakan korban yang pernah tercatat.Pada 1887,dasar laut naik, bersamaan dengan hujan deras,menyebabkan banjir besar.
Berkat dataran rendah di dekat kawasan, banjir menyebar dengan cepat di seluruh Cina Utara, yang meliputi perkiraan 50.000 mil persegi, swamping pertanian permukiman dan pusat komersial. Setelah banjir, dua juta orang hilang tempat tinggal. Hasil pandemi dan kurangnya diklaim sebagai dasar penting kehidupan seperti banyak yang hilang secara langsung oleh banjir itu sendiri.
gambar dibawah adalah perahu disungai kuning


3.Badai siklon Bhola - 1970, Bangladesh [meninggal: 500000 - 1000000]
bhola cyclone badai siklon yang memukul Pakistan Timur (sekarang Bangladesh) pada 12 November, 1970. Itu adalah badai siklon dengan kematian terbanyak yang pernah terjadi, dan salah satu deadliest bencana alam di masa modern. Hingga 500.000 orang kehilangan nyawa dalam badai, terutama akibat banjir yang melanda badai banyak yang lebih rendah dari pulau-pulau Delta Ganges. Pemerintah Pakistan yang telah dikritik hebat untuk penanganan operasi bantuan yang mengikuti badai, baik oleh para pemimpin politik lokal di Pakistan Timur dan di media internasional.

badai yang intensif menjadi parah berhubung dgn topan badai pada 11 November, dan mulai berbelok ke arah timur laut karena mendekati kepala teluk. Yang jelas mata dibentuk dalam badai, dan pernah mencapai puncaknya yang kemudian hari dengan angin yang berkesinambungan dari 185 km / h (115 mph).
gambar dibawah adalah dampak badai


4. Gempa bumi shaanxi - 1556, Cina [meninggal: 830000]
tahun 1556 gempa bumi Shaanxi atau gempa Hua County adalah gempa bumi terbanyak memakan korban yang pernah tercatat, membunuh sekitar 830.000 orang. Hal ini terjadi pada pagi 23 Januari 1556 di Shaanxi, Cina. Lebih dari 97 negara yang terpengaruh. 520 mil luas kawasan telah hancur dan di beberapa negara, enam puluh persen penduduk dibunuh. Sebagian besar penduduk di daerah yang tinggal di yaodong,gua di tebing, banyak yang runtuh selama terjadinya bencana, dengan hilangnya nyawa.

berdasarkan data geologi, besarnya gempa berkisar 8 scala righter.merupakan gempa bumi yang paling mematikan dan bencana alam deadliest kelima dalam sejarah, telah terjadi gempa bumi yang lebih tinggi dengan magnitudes. Terus gempa susulan yang terjadi beberapa kali dalam sebulan untuk setengah tahun.
gambar dibawah adalah efek dari gempa


5. Badai siklonIndia- 1839, India [meninggal: 300.000 +]
Pada tahun 1839, gelombang air pasang besar disebabkan oleh Siklon, puluhan pelabuhan di kota Coringa yang tidak seluruhnya dibangun kembali; 20.000 kapal di teluk yang hancur dan 300.000 orang meninggal. Ini bukan pertama malapetaka besar terjadi di Coringa: 1789 dalam tiga gelombang yang disebabkan oleh topan yang hancur kota pelabuhan di muara sungai yang Ganges. Kebanyakan kapal yang kelem dan diperkirakan 20.000 orang tenggelam.


6.Banjir Kaifeng - 1642, Cina [meninggal: 300000]
Kaifeng, sebuah kota di provinsi Henan timur, People's Republic of China, yang terletak di sepanjang selatan dari Sungai Kuning, adalah banjir di 1642 oleh tentara Ming dengan air dari Sungai Kuning untuk mencegah pemberontak petani dari Li Zicheng. Kira-kira setengah dari 600.000 penduduk Kaifeng dibunuh oleh banjir dan bencana kelaparan dan sampar, membuatnya menjadi salah satu penyebab kematian terbesar dalam sejarah. Banjir ini menjadi bencana alam besar karena peran serta sungai Huang he.


7. Gempa Bumi Tangshan - 1976, Cina [meninggal: 242000]
Gempa bumi Tangshan merupakan salah satu yang gempa bumi terbesar pada zaman modern, dalam hal kematian terbanyak. Dari pusat gempa bumi yang telah gempa bumi di dekat Tangshan di Hebei, Cina, sebuah kota industri dengan sekitar satu juta penduduk. Gempa bumi dipagi hari, di 03:42:53.8 waktu setempat (1976 27 Juli 19:42:53.8 UTC), dan berlangsung selama sekitar 15 detik. Pemerintah Cina mencatat kekuatannya gempa sekitar 7,8 pada skala Richter, meskipun beberapa sumber daftar mencatat8,2. Itu adalah gempa pertama dalam sejarah terkini.


8. Kegagalan bendungan Banqiao - 1975, Cina [meninggal: 231000]
Bendungan bang1iao dirancang untuk menahan banjir(306 mm (12 inci) curah hujan per hari). Pada bulan Agustus tahun 1975,terjadi banjir, penuangan lebih dari satu tahun curah hujan dalam 24 jam, prakiraan cuaca yang gagal untuk diprediksi. Gerbang pintu air yang tidak mampu menangani luapan air, sebagian karena halangan sedimentasi. Sebagai hasil dari halangan, 64 dam-dam gagal.

Ketika bendungan akhirnya menyerbu, itu disebabkan gelombang besar, 10 kilometer (6 mil) luas, 3-7 meter (9-23 kaki) tinggi, buru-buru ke bawah ke dalam dataran di bawah di hampir 50 kilometer per jam (31 mph ).hampir puluhan daerah panjang 55 kilometer, lebar 15 kilometer, dibuat sementara sebagai danau besar 12.000 km ² (4.600 mil persegi). Evakuasi yang belum sepenuhnya disampaikan karena kondisi cuaca buruk dan komunikasi


9. Gempa bumi Samudra Hindia - 2004, Samudra Hindia [meninggal: 230000]
tahun 2004 gempa bumi Samudra Hindia, yang dikenal oleh masyarakat ilmiah sebagai gempa bumi Sumatera-Andaman, adalah di bawah gempa yang terjadi di 00:58:53 UTC (07:58:53 waktu lokal) 26 Desember 2004, dengan pusat gempa bumi di bagian pantai barat Sumatera, Indonesia. Gempa dipicu serangkaian tsunami di sepanjang pantai yang paling landmasses diperbatasan Samudera Hindia, membunuh orang dalam jumlah besar dan inundating masyarakat pesisir.

Besarnya gempa pada awalnya dicatat sebagai 9,0, namun telah meningkat menjadi 9,1 dan 9,3. Pada tingkat ini, ia adalah gempa kedua terbesar yang pernah tercatat pada seismograf. cukup besar yang menyebabkan seluruh dunia ikut bergetar sebanyak setengah inci, atau lebih dari satu sentimeter.


10. Gempa buni Aleppo - 1138, Syria [meninggal: 230000]
Aleppo terletak di sepanjang bagian utara Laut Mati, yang merupakan batas lempengan yang memisahkan Arab plat from the african plat. Gempa bumi ini adalah pertama dari dua konsekuensi dari gempa bumi hebat di wilayah itu: Oktober 1138 hingga Juni 1139 dan yang lebih berat dari serangkaian September 1156 sampai Mei 1159.

Kawasan yang paling menderita adalah Harim. Sumber menunjukkan bahwa kastil yang jatuh dan gereja telah hancur. Fort dari Atharib, kemudian diduduki oleh Muslim, telah hancur. Benteng yang juga runtuh, membunuh 600 dari penjaga istana, meskipun gubernur dan beberapa orang selamat, dan melarikan diri ke Mosul.